Tidak Menarik Lagi

Photo by mwangi gatheca on Unsplash

Terlalu malu untuk minta tolong

Terlalu gengsi untuk mengatakan ‘aku lemah’

Tapi kehidupan sudah tidak tampak menarik lagi

Hidup pun seperti enggan bertemuku.

Baca lebih lanjut

Iklan

Belajar dari Kasus Meiliana, Protes Volume Masjid yang Dibalas Pengerusakan Tempat Ibadah

sumber : Kompas.com

Beberapa waktu lalu Indonesia dihebohkan dengan kasus penistaan agama yang dilakukan Meiliana. Kasus ini berjalan selama dua tahun dan akhirnya menjatuhkan vonis bersalah pada Meiliana yang. Wanita keturunan Tionghoa ini pun harus dihukum penjara selama satu tahun enam bulan.

Beberapa orang terang-terangan menyatakan bahwa hukuman itu terlalu ringan untuk Meiliana.

Kasus ini bermula dari Meiliana yang merasa keberatan dengan volume suara toa masjid yang dianggap terlalu keras. Sebagai warga yang tinggal bersama, Meiliana pun menyatakan keberatannya. Sayangnya pernyataan Meiliana ini ditanggapi berbeda oleh warga sekitar yang mendengar pernyataan Meiliana secara tidak langsung.

Baca lebih lanjut

13 Reasons Why dan Glorifikasi Bunuh Diri

sumber foto : Netflix

 

Serial Netflix yang berjudul ’13 Reasons Why’ pasti sudah tidak asing didengar di telinga bukan? Serial yang bercerita mengenai 13 alasan seorang gadis bernama Hannah Baker bunuh diri di kamar mandi menjadi salah satu serial Netflix yang sangat populer dan ditonton banyak orang di berbagai belahan dunia. Karena serial ini, nama aktor dan aktris yang berperan, semisal Katherine Langford dan Dylan Minnette pun menjadi populer.

Tetapi Serial ini juga menjadi salah satu serial yang kontroversi. Banyak adegan dalam serial ini menampilkan kekerasan, bullying, dan pelecehan seksual, melalui visualisasi yang gamblang (tetapi tetap sesuai etika), sehingga ditakutkan akan berdampak buruk bagi penonton kalangan remaja.

Serial ini juga dinilai kontroversi, karena banyak kalangan menyebut serial ini sebagai glorifikasi bunuh diri.

Baca lebih lanjut

Mengapa Harus Menonton ’13 Reasons Why’ ? Ini Jawabannya

sumber foto : Netflix

[REVIEW] – {Spoiler Alert]

Serial ’13 Reasons Why’ adalah salah satu serial televisi Amerika Serikat yang sedang populer saat ini. Daya tarik serial ini adalah topik yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, semisal bullying, pelecehan, dan kekerasan. Topik yang agak sensitif itu dijewantahkan secara visual oleh Selena Gomez yang bertindak sebagai Excecutive Producer. Serial yang ditayangkan di Netflix ini diadaptasi dari novel berjudul sama ’13 Reasons Why’ karya Jay Asher.

Serial ini bercerita mengenai seorang gadis bernama Hannah Baker yang tewas bunuh diri di kamar mandi. Sebelum memutuskan bunuh diri, Hannah meninggalkan 13 kaset tape. Ke-13 kaset tersebut berisi suara Hannah yang menceritakan mengenai kehidupannya, atau lebih tepatnya menceritakan bagaimana hidupnya berakhir. Kaset itu kemudian dikirimkan kepada orang-orang yang dianggap Hannah bertanggung jawab membuatnya stres sampai memutuskan bunuh diri.

Tokoh utama dalam serial ini adalah Clay Jensen. Clay adalah seorang anak cupu yang tidak populer di sekolahnya, SMA Liberty High. Dari awal, penonton sudah akan tahu bahwa Clay adalah seorang anak yang dekat dengan Hannah. Ia juga menjadi salah satu orang yang menerima kaset itu.

Baca lebih lanjut

Koma

Photo by Ian Espinosa on Unsplash

Konon orang yang sedang koma sedang menjalani fase di antara hidup dan mati. Di masa ini, arwah atau roh tidak berada dalam tubuhnya. Roh dapat berjalan-jalan ke manapun menunggu dokter bisa menyelematkan fisiknya atau menunggu hingga jantung tidak berfungsi kembali. Jantung seperti genset yang dapat berdetak sendiri hingga waktu tertentu. Saat jantung berhenti, arwah pun akan pergi ke dunia lain.

Saat sedang koma, roh kita akan bertemu malaikat maut yang berusaha menjemput kita meninggalkan dunia, meskipun ada harapan bagi kita untuk hidup. Nenekku yang menceritakan mitos itu padaku. Aku tidak pernah percaya cerita itu, sampai akhirnya kualami sendiri.

Baca lebih lanjut

Mencoba Menghilang

Sumber gambar : Pixabay.com

Semakin hari, kadang aku semakin tidak mengerti. Kau yang mulai membuat keramaian di tempat ini. Sunyi, gelap, pada awalnya seperti biasa saja. Sampai kau datang menyapa. Rasanya tempat ini menjadi ramai. Kau berbagi cerita. Banyak.

Kemudian, keramaian ini berangsur berubah. Sepi mulai kembali terasa. Aku seakan kembali berjalan ke ruang hampa udara. Sunyi senyap hingga suara angin pun tidak terdengar.

Baca lebih lanjut

Tarian di Atas Kapal

sumber foto : unsplash.com

Langkah tarianku di atas kapal ini berhenti ketika kau mengatakan ‘kunjungi kapal ini seperlunya’.

Kata itu keluar dari seorang melambaikan tangan di kejauhan saat aku asik bermain pasir di pantai.

Badanku sudah lelah, tapi kau ingin aku berenang menuju kapalmu yang tidak dapat merapat ke tepi pantai.

Maka aku pun berenang, karena kupikir aku hanya membantumu sebentar saja, kemudian aku bisa kembali pulang ke tepi pantai.

Saat kutiba di kapal itu, kapal mulai berjalan. Aku tidak menginginkannya tapi kudiamkan saja, membiarkan kapal itu berjalan ke arah yang kau tentukan.

Baca lebih lanjut

Maaf

Sumber foto : Pixabay

Maaf

Surat ini hanya untuk mengatakan sebuah permintaan maaf. Maaf jika aku jadi baper. Maaf jika aku menjadi terbawa suasana. Mungkin maksudmu tidak begitu, tapi maaf semua berubah sejak hati ini menjadi berdebar saat di sampingmu. Maaf semua berubah ketika aku mulai menghkhawatirkanmu.

Tapi bolehkah ku berkeluh jika semua ini kau yang memulai?

Pertama kali di rutinitas tanpa warna, sebuah pesan masuk mengingatkanku untuk sarapan.

Katakanlah itu basa basi.

Baca lebih lanjut

Lisanku, Diksiku, dan Kamu

ilustrasi via pixabay.com

 

Adakah lidahku salah berucap? Ataukah karena ada kata yang tak sempat terucap ?

Kepala ini tak bisa menebak apa yang ada di kepalamu. Mataku juga tidak bisa melihat apa yang kau alami.

Lidah ini pun kelu ketika diksimu tegas dan singkat. Menyiratkan makna agar aku segera menepi ke sisi tak mengganggu .

Padahal belum jarum jam ini memutar 360 derajat, tapi semua sudah berubah. Seperti politisi saja yang ucapannya tak bisa dipegang. Kemudian mengabarkan bahwa pihaknya benar dan pihak lainnya yang salah.

Jika memang mata, mulut, dan telinga ini membuatmu sakit, beritahu aku. Aku ingin membuatnya lebih baik. Biarkan ku membuat semuanya kembali normal.

Baca lebih lanjut