Lisanku, Diksiku, dan Kamu

ilustrasi via pixabay.com

 

Adakah lidahku salah berucap? Ataukah karena ada kata yang tak sempat terucap ?

Kepala ini tak bisa menebak apa yang ada di kepalamu. Mataku juga tidak bisa melihat apa yang kau alami.

Lidah ini pun kelu ketika diksimu tegas dan singkat. Menyiratkan makna agar aku segera menepi ke sisi tak mengganggu .

Padahal belum jarum jam ini memutar 360 derajat, tapi semua sudah berubah. Seperti politisi saja yang ucapannya tak bisa dipegang. Kemudian mengabarkan bahwa pihaknya benar dan pihak lainnya yang salah.

Jika memang mata, mulut, dan telinga ini membuatmu sakit, beritahu aku. Aku ingin membuatnya lebih baik. Biarkan ku membuat semuanya kembali normal.

Baca lebih lanjut

Iklan