Lisanku, Diksiku, dan Kamu

ilustrasi via pixabay.com

 

Adakah lidahku salah berucap? Ataukah karena ada kata yang tak sempat terucap ?

Kepala ini tak bisa menebak apa yang ada di kepalamu. Mataku juga tidak bisa melihat apa yang kau alami.

Lidah ini pun kelu ketika diksimu tegas dan singkat. Menyiratkan makna agar aku segera menepi ke sisi tak mengganggu .

Padahal belum jarum jam ini memutar 360 derajat, tapi semua sudah berubah. Seperti politisi saja yang ucapannya tak bisa dipegang. Kemudian mengabarkan bahwa pihaknya benar dan pihak lainnya yang salah.

Jika memang mata, mulut, dan telinga ini membuatmu sakit, beritahu aku. Aku ingin membuatnya lebih baik. Biarkan ku membuat semuanya kembali normal.

Baca lebih lanjut

Iklan

Dia yang Katanya ‘Kesalahan’

Orang bilang ini dosa, tapi kenapa yang ada di antaranya diciptakan Yang Kuasa

Kuikuti semuanya seperti yang orang bilang, untuk jauhi itu

Jauhi perasaan itu

Menghindarinya sebisa mungkin

Berkoar dan sesumbar tidak jatuh pada perasaan itu

Seperti dipermainkan oleh dunia dan pikiranku sendiri. Hatiku lebih berdebar dari biasanya. Itu justru terjadi saat perjumpaanku dengannya. Gadis berkerudung biru itu secara ajaib menyapa perasaanku.

Baca lebih lanjut

Iron Fist, Opera Sabun Marvel Ala Netflix

Sumber gambar : Marvel.com

Ketika mendengar serial Marvel’s Iron Fists muncul di Netflix, tentu para penggemar serial superhero dan comic book geeks akan sangat senang menyambutnya dan tidak sabar untuk segera melahap seluruh episode serial tersebut. Ini merupakan proyek keempat Netflix sebelum menggarap serial crossover The Defenders yang akan mengkolaborasikan Daredevil, Jessica Jones, Luke Cage dan Iron Fist.

Proyek Marvel’s Netflix ini mencapai kesuksesan pertamanya ketika berhasil menggarap serial Daredevil dengan apik. Prestasi Daredevil kemudian dilanjutkan dengan serial Jessica Jones dan Luke Cage yang mendapat nilai yang cukup baik dari Rotten Tomatoes. Tetapi nampaknya hal tersebut tidak berlaku pada serial Iron Fist. Alih-alih mendapat nilai yang baik seperti ketika ‘rekannya’ yang lain, Iron Fist mendapat nilai buruk di Rotten Tomatoes.

Baca lebih lanjut

Apa Enaknya sih Kalau Satu Agama Terlihat Superior ?

sumber gambar : adhirajagutanyaho.blogspot.co.id

Belakangan ini isu SARA semakin banyak terjadi dan terlihat. Agama disangkutkan dengan politik dengan membawa isu penderitaan sebuah agama yang dirasakan sekelompok orang menjadi ‘tuan rumah tunggal’ di negeri ini, dimana isu itu hanya fana. Isu itu hanya bayangan sebuah kejadian yang tidak merefleksikan wajah negeri ini.

Di satu sudut, sebuah gedung besar dipadati ribuan umat untuk melihat ‘sang doktor’ lengkap dengan jas, dasi dan kopeah di kepalanya. Berduyun-duyun ingin menyaksikan ‘sang doktor’ melantunkan khotbah yang membius ribuan orang. Tak hanya khotbah, dirinya pun membuka kesempatan beradu argumen dengan orang-orang yang berbeda pandangan dan agama.

Baca lebih lanjut

Ahok, Pemerintah yang Baik dan Politisi yang Buruk

sumber gambar : Kompas

sumber gambar : Kompas

Seperti yang banyak orang lihat di layar kaca, di koran, internet dan media massa lainnya, Jakarta menjadi fokus perhatian hampir semua orang Indonesia saat ini. Salah satu permasalahan yang paling menarik perhatian adalah pertarungan politik menjelang Pilkada DKI 2017. Diantara tiga kandidat yang saat ini menjadi sensasi di lini masa media sosial dan pemberitaan, ada satu kandidat yang paling mencuri perhatian, yaitu calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau lebih dikenal dengan nama Ahok.

Dibenci Orang Kaya

Nama Ahok terkenal bukan hanya karena menjadi gubernur keturunan Tionghoa pertama di Jakarta, tetapi karena sejumlah sepak terjangnya selama menjadi gubernur. Semenjak awal menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Jokowi, Ahok dikenal banyak orang karena aksi semprat-semprotnya kepada bawahannya yang seringkali dianggap tidak bekerja dengan baik. Tidak hanya semprat-semprot, Ahok juga terbilang berani mengucapkan kata-kata kasar dan menekan pihak lain yang dianggapnya ‘bermain-main’ dengan uang atau aset negara.

Baca lebih lanjut

PARA PENYEMBAH PERSEPSI

sumber gambar : Masboi

sumber gambar : Masboi

Di sebuah sudut jalan kita seringkali mendengar sebuah lantunan ayat suci berbunyi : ‘Bagiku Agamaku, Bagimu Agamamu’ yang kemudian dilanjutkan dengan larangan mengucapkan selamat Natal meskipun dirinya tidak mengerti iman Kristen..

Sementara di sudut jalan lainnya, kita juga sering mendengar sebuah pernyataan yang berbeda : ‘Tidak keselamatan di luar Gereja !’ yang kemudian dilanjutkan dengan membanding-bandingkannya dengan agama lain.

–oo0oo–

Kalimat-kalimat tersebut seringkali dibuat menjadi tameng bagi sekelompok orang untuk menghakimi apa yang dianut orang lain, bahkan tidak jarang digunakan sebagai alat untuk mengolok-olok iman yang berbeda darinya. Seringkali ayat tersebut diucap oleh para imam, ulama atau tokoh masyarakat yang dianggap terhormat, sehingga tidak heran jika banyak orang pun memberi reaksi afirmatif terhadap seruan tersebut.

Mereka yang memiliki keyakinan demikian beranggapan  bahwa dirinya berada di pihak Tuhan dan Tuhan ada pihaknya.  Seakan iman dikuatkan dan seakan mengetahui apa yang Tuhan inginkan dari imannya. Seperti anak kecil yang merengek berebut kudapan dengan saudaranya, mereka berseru atas nama Tuhan mengkafirkan saudaranya. Seakan tidak rela kudapan itu menjadi hak saudaranya, mereka berseru atas nama Tuhan tidak rela berbagi Surga bersama saudaranya. Menganggap dirinya anak kesayangan orang tua, seperti mereka menganggap Tuhan selalu berada di pihaknya.

Baca lebih lanjut

NEGERI SALAH FOKUS

 

sumber foto : merdeka.com

sumber foto : merdeka.com

Dalam beberapa minggu terakhir, Indonesia sedang dihebohkan oleh kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur non-aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dugaan penistaan agama tersebut terjadi kala sang gubernur memberikan pidato di Kepulauan Seribu pada 27 September lalu. Kejadian tersebut memicu beragam pendapat dari berbagai kalangan. Ada yang menganggap bahwa apa yang dikatakan Ahok adalah penistaan, ada pula yang mengatakan bahwa hal tersebut bukan merupakan penistaan agama.  Satu hal yang menjadi pertanyaan adalah, benarkah Ahok melakuan penistaan agama ? Atau kasus dugaan ‘penistaan agama’ hanya ulah dari sekelompok provokator yang memprovokasi umat beragama di Indonesia untuk mengambil keuntungan pribadi dari hal tersebut ?

Perkataan Ahok yang dituding sebagai penistaan agama adalah perkataannya yang menyinggung Surat Al-Maidah 51 yang pada berisi larangan pada umat Muslim untuk memilih seorang Nasrani dan Yahudi sebagai pemimpinnya. Sebenarnya siapa saja dapat mengucapkan ayat ini, namun benarkah Ahok menodai ayat suci Al-Quran seperti yang digembar-gemborkan tersebut ? Atau kita hanya salah fokus ?

Baca lebih lanjut

KASUS KOPI SIANIDA, ANTARA SENSASI DAN DRAMA

via news.dreamers.id

via news.dreamers.id

Beberapa waktu terakhir di televisi sangat ramai dengan pemberitaan soal kasus Es Kopi Vietnam yang diberi racun berupa sianida yang akhirnya menewaskan seorang wanita cantik bernama Wayan Mirna Salihin. Penulis sendiri sudah lupa kapan kasus ini menyeruak ke permukaan. Tiba-tiba saja kasus pembunuhan ini menjadi salah satu ‘kasus spesial’ diantara kasus pembunuhan lainnya.

Baca lebih lanjut

HARUSKAH KONSTITUSI NGURUSI IBADAHMU ?

(Sumber gambar : komunitasindonesiaberhijab.ning.com )

(Sumber gambar : komunitasindonesiaberhijab.ning.com )

“Sekali lagi Umat Islam tertindas, sekali lagi Umat Islam ternistakan….”

Begitulah sebuah kata menggelitik yang keluar dari seorang ustadz dalam sebuah acara yang ditayangkan di sebuah televisi swasta milik Bakrie.


Sebelum salah paham, di sini penulis ingin mengatakan bahwa penulis sangat menghormati umat muslim, dan sangat menghormati setiap perempuan muslim yang memutuskan mengenakan hijab untuk kegiatan sehari-hari. Dalam konteks ini, saya hanya membahas sudut pandang dari sebuah media mengenai pernyataan Ahok akan pelarangan kewajiban berhijab untuk siswi sekolah.

Baca lebih lanjut

ITALIA : KEMENANGAN TANPA DOMINASI

( Sumber gambar : www.wyscout.com )

( Sumber gambar : http://www.wyscout.com )

Bulan ini sungguh bulan yang penuh berkah, bukan saja karena bulan ini bertepatan dengan Bulan Ramadhan, namun bulan ini adalah bulan yang penuh berkah bagi para pecinta sepakbola karena pada bulan ini dua benua terkuat dalam sepakbola sedang menjalankan kompetisi antar negara di benuanya masing-masing. Sekiranya kita dapat menyaksikan lima pertandingan sepakbola kelas atas dalam satu hari dari Copa America Centenario dan Euro 2016. Namun kali ini penulis tidak akan membahas kedua kompetisi tersebut sekaligus, melainkan penulis hanya akan membahas seputar performa timnas Italia dibawah asuhan Antonio Conte di Euro kali ini.

Baca lebih lanjut