13 Reasons Why dan Glorifikasi Bunuh Diri

sumber foto : Netflix

 

Serial Netflix yang berjudul ’13 Reasons Why’ pasti sudah tidak asing didengar di telinga bukan? Serial yang bercerita mengenai 13 alasan seorang gadis bernama Hannah Baker bunuh diri di kamar mandi menjadi salah satu serial Netflix yang sangat populer dan ditonton banyak orang di berbagai belahan dunia. Karena serial ini, nama aktor dan aktris yang berperan, semisal Katherine Langford dan Dylan Minnette pun menjadi populer.

Tetapi Serial ini juga menjadi salah satu serial yang kontroversi. Banyak adegan dalam serial ini menampilkan kekerasan, bullying, dan pelecehan seksual, melalui visualisasi yang gamblang (tetapi tetap sesuai etika), sehingga ditakutkan akan berdampak buruk bagi penonton kalangan remaja.

Serial ini juga dinilai kontroversi, karena banyak kalangan menyebut serial ini sebagai glorifikasi bunuh diri.

Baca lebih lanjut

Iklan

Mengapa Harus Menonton ’13 Reasons Why’ ? Ini Jawabannya

sumber foto : Netflix

[REVIEW] – {Spoiler Alert]

Serial ’13 Reasons Why’ adalah salah satu serial televisi Amerika Serikat yang sedang populer saat ini. Daya tarik serial ini adalah topik yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, semisal bullying, pelecehan, dan kekerasan. Topik yang agak sensitif itu dijewantahkan secara visual oleh Selena Gomez yang bertindak sebagai Excecutive Producer. Serial yang ditayangkan di Netflix ini diadaptasi dari novel berjudul sama ’13 Reasons Why’ karya Jay Asher.

Serial ini bercerita mengenai seorang gadis bernama Hannah Baker yang tewas bunuh diri di kamar mandi. Sebelum memutuskan bunuh diri, Hannah meninggalkan 13 kaset tape. Ke-13 kaset tersebut berisi suara Hannah yang menceritakan mengenai kehidupannya, atau lebih tepatnya menceritakan bagaimana hidupnya berakhir. Kaset itu kemudian dikirimkan kepada orang-orang yang dianggap Hannah bertanggung jawab membuatnya stres sampai memutuskan bunuh diri.

Tokoh utama dalam serial ini adalah Clay Jensen. Clay adalah seorang anak cupu yang tidak populer di sekolahnya, SMA Liberty High. Dari awal, penonton sudah akan tahu bahwa Clay adalah seorang anak yang dekat dengan Hannah. Ia juga menjadi salah satu orang yang menerima kaset itu.

Baca lebih lanjut

Koma

Photo by Ian Espinosa on Unsplash

Konon orang yang sedang koma sedang menjalani fase di antara hidup dan mati. Di masa ini, arwah atau roh tidak berada dalam tubuhnya. Roh dapat berjalan-jalan ke manapun menunggu dokter bisa menyelematkan fisiknya atau menunggu hingga jantung tidak berfungsi kembali. Jantung seperti genset yang dapat berdetak sendiri hingga waktu tertentu. Saat jantung berhenti, arwah pun akan pergi ke dunia lain.

Saat sedang koma, roh kita akan bertemu malaikat maut yang berusaha menjemput kita meninggalkan dunia, meskipun ada harapan bagi kita untuk hidup. Nenekku yang menceritakan mitos itu padaku. Aku tidak pernah percaya cerita itu, sampai akhirnya kualami sendiri.

Baca lebih lanjut