BUKAN RAJA JALANAN

“Tuhan tolong adikku Tuhan. Jangan ambil dia dariku !” teriak seseorang dengan histeris di depan ruang ICU.

Mendengar suaranya, seluruh pasien dan perawat pun menatap ke arahnya. Salah satu perawat mencoba menahannya karena mencoba masuk ruang ICU. Sementara kepalaku yang masih sedikit pusing mencoba medekat ke arahnya. Beberapa saat terdiam di samping dia yang menangis histeris. Di sampingnya, detak jarum jam terasa sangat lambat. Aku berpikir cukup beruntung, karena aku masih bisa bangun dan berjalan walaupun rasa pusing di kepalaku belum hilang dan luka lecet di kaki dan telapak tanganku. Kepalaku terbentur cukup keras, namun beruntung helm di kepalaku masih melindunginya. Namun, melihat orang tersebut menangis cukup keras membuatku tidak tega meninggalkannya begitu saja. Baca lebih lanjut