NYANYIAN BURUH

unjuk-rasa-buruh

Sumber gambar : http://www.infodunia.net

Darahku untuk hidupmu

Keringatku untuk uangmu

Namun hanya sesendok nasi kau berikan

Berpura tak mendengar bising dalam perutku

Delapan jam untuk kebahagiaanmu

Lima hari dalam seminggu untuk kereta emasmu

Baca lebih lanjut

Iklan

NASIBMU BURUH

sumber : adiannapitupulu.com

sumber gambar : adiannapitupulu.com

Jika membaca tulisan ini, mungkin sedikit terlambat dan tidak sesuai momen hari ini. Hari ini pun bukan hari buruh, namun apa salahnya jika kita kembali memikirkan bagaimana banyak buruh-buruh di negeri ini mendapat ketidakadilan dan tidak dapat menuntut perusahaan karena mereka tidak memiliki kekuatan dan uang. Para kapitalis bisa saja merebut keadilan itu karena mereka dapat mengecam siapapun dan membayar ‘keadilan’ dengan rupiah.

Di sebuah perusahaan swasta yang memproduksi obat-obatan, para karyawan menikmati hari-hari mereka sebagai karyawan bukan karena mereka menyukai pekerjaan tersebut melainkan karena mereka melihat keluarganya dapat terjamin kebutuhan sehari-harinya. Keringat yang mengalir deras selama delapan jam setiap harinya terbayar ketika meja makan di rumah terisi dengan kehangatan sayur, daging dan kasih sayang saat makan bersama. Namun hal itu hanyalah basa-basi bagi sang kapitalis. Perlukah sebuah perusahaan memikirkan kesejahteraan karyawannya ? Ya. Namun, kenyataannya, pedulikah mereka ? Tentu tidak. Baca lebih lanjut