Mencoba Menghilang

Sumber gambar : Pixabay.com

Semakin hari, kadang aku semakin tidak mengerti. Kau yang mulai membuat keramaian di tempat ini. Sunyi, gelap, pada awalnya seperti biasa saja. Sampai kau datang menyapa. Rasanya tempat ini menjadi ramai. Kau berbagi cerita. Banyak.

Kemudian, keramaian ini berangsur berubah. Sepi mulai kembali terasa. Aku seakan kembali berjalan ke ruang hampa udara. Sunyi senyap hingga suara angin pun tidak terdengar.

Tetiba sosokmu yang membuat keramaian ini menghilang. Memintaku kembali ke kesunyian. Tidak ada lagi cerita. Padahal aku suka ceritamu. Aku suka berbagi cerita denganmu, meski terkadang hanya berbicara soal cuaca atau mengapa malam ini mengganggu hingga kau sulit terlelap. Kurasa, aku hanya senang berbagi waktu denganmu.

Kini cerita itu kau bagikan kepada yang lain. Bukan hakku melarang. Jangan salah sangka, aku juga tidak pernah melarangmu. Aku hanya ingin bilang, jika aku kehilangan.

Mungkin ada yang lebih menarik di sana. Atau sesuatu yang tidak kumengerti, atau karena kata yang terucap atau kata yang tidak terucap.

Bukannya aku tidak melihat langkahmu yang keluar dari tempat ini, tapi aku hanya berharap kau hanya keluar sebentar sebelum kau kembali dan meramaikan tempat ini lagi. Tempat ini tidak lagi sama sejak kedatanganmu.

Kepergianmu mengganggu kepalaku. Padahal tempat ini sama seperti awal, sunyi , sepi , hingga suara angin pun tidak terdengar.

Aku memanggilmu, tapi kau bilang tidak perlu.

Padahal sudah kubilang, untuk mengatakan keresahanmu, maka aku akan ada di situ, menemanimu.

Bukan kesepianku yang kupikirkan.

Tetapi kenyataan jika aku tidak bisa melakukan apapun untuk mengeluarkanmu dari keresahanmu.

Kenyataan bahwa aku tidak bisa melakukan apapun saat kau tergolek lemah.

Masih bisakah jika aku ingin menunjukan bahwa aku peduli. Aku hanya tidak ingin terlihat egois di depanmu.

Aku ingin melakukan sesuatu, tetapi kau jelas membangun tembok di antara kita.

Terakhir kau ingin aku menjauh. Agar kau bisa menghilang tenang.

Kemudian kau berpura seakan semua baik saja dan tidak ada yang berubah. Meski kau berpura dan bersembunyi di balik topengmu, kau tahu semua tidak sama lagi.

Terima kasih telah mengawali kedatanganmu dengan senyum dan pergi meninggalkan tanda tanya.

Penulis

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s