Tarian di Atas Kapal

sumber foto : unsplash.com

Langkah tarianku di atas kapal ini berhenti ketika kau mengatakan ‘kunjungi kapal ini seperlunya’.

Kata itu keluar dari seorang melambaikan tangan di kejauhan saat aku asik bermain pasir di pantai.

Badanku sudah lelah, tapi kau ingin aku berenang menuju kapalmu yang tidak dapat merapat ke tepi pantai.

Maka aku pun berenang, karena kupikir aku hanya membantumu sebentar saja, kemudian aku bisa kembali pulang ke tepi pantai.

Saat kutiba di kapal itu, kapal mulai berjalan. Aku tidak menginginkannya tapi kudiamkan saja, membiarkan kapal itu berjalan ke arah yang kau tentukan.

Kusadari di atas kapal ini, tidak hanya untuk membantumu, tapi menemanimu sejenak hingga kapten kapal yang kau cari tiba.

Kita pun mulai menari di atas kapal dan tawa ada di tarian kita.

Saat langkah kakiku sudah bisa mengikuti irama, kau hentikan musik dan kau mengatakan ‘kunjungi kapal ini seperlunya’.

Sebelumnya aku tidak pernah menari dan tertawa di atas kapal seperti hari-hariku di kapal ini. Saat aku mulai menikmatinya, kau menyuruhku berhenti.

Aku bukan pemilik kapal ini, maka kemudian ku diam dan mencari dermaga terdekat.

Ketika aku turun dari dermaga, kau memintaku kembali sebentar. Kau perlu bantuanku katamu. Beberapa bagian kapal tidak berfungsi. Aku yang kurang mengerti pun mencoba sebisaku memperbaikinya.

Kemudian setelah pekerjaanku selesai kau meninggalkanku.

Mungkin ada partner menari lebih baik di sana.

Aku yang awalnya tidak ingin naik kapal itu, terlanjur menjadikan kapal itu sebagai kebutuhanku. Aku perlu naik kapal itu, tapi kau tetap katakan tidak perlu.

Maksudmu bicara ‘seperlunya’ berarti ‘saat ku butuh saja’.

Lalu, bagimana saat aku yang membutuhkanmu? Kau membuktikannya. Kau mengacuhkanku. Kau buang muka  dan melanjutkan perjalananmu kembali.

Jadi begitulah kita saat ini, aku harus ada saat kau butuh, dan saat aku membutuhkanmu, kau mungkin tidak pernah ada.

Terima kasih.

Penulis

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s