Lisanku, Diksiku, dan Kamu

ilustrasi via pixabay.com

 

Adakah lidahku salah berucap? Ataukah karena ada kata yang tak sempat terucap ?

Kepala ini tak bisa menebak apa yang ada di kepalamu. Mataku juga tidak bisa melihat apa yang kau alami.

Lidah ini pun kelu ketika diksimu tegas dan singkat. Menyiratkan makna agar aku segera menepi ke sisi tak mengganggu .

Padahal belum jarum jam ini memutar 360 derajat, tapi semua sudah berubah. Seperti politisi saja yang ucapannya tak bisa dipegang. Kemudian mengabarkan bahwa pihaknya benar dan pihak lainnya yang salah.

Jika memang mata, mulut, dan telinga ini membuatmu sakit, beritahu aku. Aku ingin membuatnya lebih baik. Biarkan ku membuat semuanya kembali normal.

Kamu tahu aku mencarimu, dan kamu mencariku saat kau butuh saja. Ku bersedia menemanimu.

Tapi ternyata saat kau membutuhkanku saja.

Tiba-tiba semua sepi, bahkan suara angin pun tak terdengar.

Kuketuk pintumu seperti kau mengetuk pintuku.

Dulu aku menjawab dan mempersilakanmu masuk. Tapi kamu?

Kau bilang aku tak sopan. Aku tak punya kata, selain meminta maaf.

Kemudian kau membanting pintu itu, tak sepatah kata lagi keluar.

Kudibiarkan kedinginan di luar, di tengah ramainya daun berterbangan oleh angin yang tak terdengar suaranya.

Aku berlari ke pintuku, cukup jauh, luka di kakiku masih terasa hingga aku tak sanggup berjalan.

Tapi aku harus berlari. Membiarkan yang aku pikirkan terbang bersama polusi udara.

Biasanya meskipun gelap, ada bulan yang terang mengabarkan dan memberitahu semua baik saja. Tapi kini tetiba hilang.

Aku sendiri, selalu bertemu orang yang salah. Aku pun tak mau, tapi aku hanya terseret arus. Haruskah kusalahkan arus itu?

Aku harus menyalahkan diriku sendiri, banyak orang bisa melawan arus itu, hanya aku yang tidak mampu.

Aku ingin semuanya selesai, tapi ternyata semua masih menggantung.

Besok masih menjadi misteri, sama seperti kamu. Seberkas senyum dan nada tawa yang kemarin terdengar tetiba hilang. Pelangi sehabis hujan di sore hari tetiba tergantikan oleh gelap malam secara cepat. Itu juga masih misteri.

 

Bandung, Sabtu, 13 Januari 2018

Penulis

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s