Dia yang Katanya ‘Kesalahan’

Orang bilang ini dosa, tapi kenapa yang ada di antaranya diciptakan Yang Kuasa

Kuikuti semuanya seperti yang orang bilang, untuk jauhi itu

Jauhi perasaan itu

Menghindarinya sebisa mungkin

Berkoar dan sesumbar tidak jatuh pada perasaan itu

Seperti dipermainkan oleh dunia dan pikiranku sendiri. Hatiku lebih berdebar dari biasanya. Itu justru terjadi saat perjumpaanku dengannya. Gadis berkerudung biru itu secara ajaib menyapa perasaanku.

Aku sudah berkoar dan sesumbar. Ingat

Tapi aku juga tidak bisa menghindari. Selalu nyaman ketika aku berbicara dengannya. Pembicaraan seakan tidak pernah habis.

Ketika berjalan di sampingnya, aku berharap jalan yang kami tapaki secara ajaib menjadi panjang.

Kami terus berjalan hingga sebuah gedung berkubah tiba di hadapan kami.

 

Jelas aku tidak bisa berjalan lagi ke arah sana. Sang ibu sudah menyambutnya. Berharap ada seorang laki-laki lainnya yang ada di sampingnya.

Ia butuh imam, katanya. Saat ini di rumahnya sudah tak ada lagi imam, sejak sang ayah telah tiada.

 

Tidak heran dia mencari tuntunan yang searah dengannya. Hancurlah hati sang ibu kalau sang anak ikut denganku.

Dia berjalan ke arah barat laut, sedangkanku selalu ingin menuju barat, tempat semua larangan tidak berlaku selama kau tidak berbuat cabul dan kriminal.

Sudah pernah kupikirkan bagaimana agar bisa bersamanya terus.

Tapi , kemudian aku terbangun.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s