AHOK VS GREEN ARROW

green-arrow

Green Arrow (sumber gambar : pamankecil.com)

ahok11a

Ahok (sumber gambar : beritaprima.com)

 

Bagi para penggemar serial superhero, pasti tidak akan melewatkan serial televisi ‘Arrow’ yang telah memasuki musim keempatnya pada 2016 ini. Untuk di Indonesia sendiri mungkin belum banyak yang tahu, karena ini adalah serial superhero yang tayang di Channel CW, salah satu kanal televisi di Amerika Serikat. Buat orang Indonesia, bisa menyaksikannya melalui TV Kabel atau dengan mengandalkan koneksi internet. Lalu apakah hubungan antara Ahok dengan Superhero bersenjata anak panah ini ?

Oliver Queen (alter ego Green Arrow), adalah masyarakat biasa yang masa mudanya pun diisi dengan kegiatan anak muda Amerika Serikat pada biasanya, hangout, berkencan dengan wanita dan bersenang-senang, yang mungkin sama dengan masa muda Ahok yang tak jauh berbeda dengan kebiasaan anak muda Indonesia pada umumnya. Namun karena suatu peristiwa, mengubah kehidupannya dan kembali pada kota kelahirannya, Starling City (kemudian berubah jadi Star City). Di siang hari, Oliver Queen hanyalah pebisnis biasa namun di malam hari dia menyamar sebagai Green Arrow, bersembunyi di balik kerudung hijauh dan topengnya untuk menumpas kriminal beserta organisasi rahasia yang mengancam keamanan Star City.

Kembali melihat Ahok, bahwa pria asal Bangka Belitung tersebut sering melihat ayahnya membantu masyarakat sekitar, bahkan Ahok dipesankan untuk membantu pembangunan masjid di daerahnya. Apa yang dilakukan ayahnya pun akhirnya menular pada Ahok. Walaupun bantuannya bukanlah bantuan mewah seperti Hari Tanu sehingga semua televisi miliknya meliput kebaikannya sendiri (entah pamrih atau apa lah). Yang jelas, kontribusi Ahok semasa belum terlibat politik tentu hanya dapat dirasakan oleh orang-orang sekitarnya saja. Di sini, ada kesamaan antara Ahok dengan Oliver Queen, yaitu seorang pengusaha biasa yang kemudian terdorong untuk prihatin terhadap kondisi lingkungan sekitarnya.

Oliver Queen kemudian merasa bahwa Green Arrow ternyata tidak cukup melindungi warga kotanya yang hampir setiap hari terganggu oleh kriminal-kriminal yang dikirim dari berbagai organisasi rahasia yang memiliki kepentingan besar di dalamnya. Ternyata Star City tidak hanya diganggu secara fisik oleh kriminal-kriminal berbahaya, namun organisasi-organisasi yang menaungi para kriminal tersebut berupaya menciptakan konspirasi sehingga dapat mengambil alih kota di jalan kekerasan dan jalan diplomatis. Para penjahat Star City telah berupaya mengambil jalur politik demi kepentingannya sendiri dan tentu saja untuk melumpuhkan Green Arrow. Oliver Queen yang sadar akan hal tersebut, akhirnya mengambil jalur politik juga. Mencalonkan diri sebagai walikota dan menyewa konsultan politik muda nan handal dilakukannya demi mengamankan Star City siang-malam.

Kembali ke persoalan Ahok. Singkat cerita, keprihatinan Ahok kemudian berlanjut pada saat memutuskan dirinya terjun di dunia politik. Dunia yang sebenarnya asing pada awalnya untuk seorang yang lahir dari kalangan pengusaha keturunan Tionghoa. Karena penulis merupakan keturunan Tionghoa juga, sehingga mengenali watak keluarga tionghoa terutama dari kalangan menengah yang biasanya pragmatis, asal hidup dengan baik dan dapat mencari nafkah di jalan halal sudah cukup. Namun, bagi Ahok itu terasa tidak cukup. Rasanya Ahok ingin pekerjaannya juga bermanfaat bagi masyarakat luas. Kini Ahok telah menjadi Gubernur DKI Jakarta dan akan mencalonkan diri kembali pada 2017 mendatang.

Ada persamaan lain antara Green Arrow dan Ahok, yaitu mereka pernah sama-sama tidak disukai oleh banyak orang meskipun pekerjaan yang dilakukan keduanya dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Green Arrow yang menumpas kejahatan dianggap sebagai ‘Tukang Main Hakim Sendiri’ yang mengabaikan hukum dan mendahului polisi, meskipun yang dilakukannya telah menyelematkan banyak jiwa. Namun secara perlahan, masyarakat Star City menerima keberadaan Green Arrow.

Lalu bagaimana dengan Ahok ? Hadir sebagai keturunan Tionghoa beragama Kristen di panggung politik. Keraguan muncul di benak banyak masyarakat. Namun hati manusia tidak pernah sesipit mata Ahok. Kinerja yang pernah dilakukan Ahok di masa lalu dilihatnya sebagai prestasi sehingga sebagian masyarakat percaya dan memilihnya pada tahun 2012 lalu. Namun, meski telah bekerja dengan baik hingga saat ini dan manfaatnya dirasakan oleh banyak orang, masih saja banyak yang tidak suka dengan figurnya. Berbagai kesalahan dicari-cari untuk menjatuhkan nama Ahok dan menurunkan popularitasnya. Sekali lagi fenomena Ahok yang bekerja dengan integritas tinggi dan merebut hati banyak orang membuktikan bahwa mata orang Indonesia tidak pernah sesipit mata Ahok. Mata hati masyarakat DKI Jakarta perlahan mulai terbuka dengan figur Ahok yang bekerja dengan jujur dan patuh terhadap konstitusi. Setelah isu etnis dan agama, isu watak Ahok dimunculkan lawan-lawan politiknya yang telah bersinergi untuk menjatuhkan Ahok.

Namun, beruntung DKI Jakarta memiliki anak-anak muda yang kreatif dan sekali lagi mata serta kepalanya terbuka melihat kinerja Ahok. ‘Teman Ahok’ menjadi sidekick Ahok untuk maju terus di dunia politik dan pemerintahan DKI Jakarta. Fenomena baru bagi dunia politik Indonesia. Ketika seorang yang awalnya diragukan dalam percaturan politik Indonesia mendapat dukungan yang luar biasa dari masyarakat DKI Jakarta, bahkan hingga masyarakat sendiri bergerak inisiatif untuk beraksi mendukung Ahok. Tidak hanya warga Jakarta saja yang kagum Ahok, banyak juga masyarakat luar DKI Jakarta yang punya istilah seperti ini, “Kalau saya orang Jakarta, pasti saya serahkan KTP saya untuk Ahok,”

Saya sebagai penulis tidak mau terlalu jauh berbicara tentang Ahok lagi, karena ide awal penulisan ini hanya berbicara soal kesamaan Ahok dengan salah satu superhero buatan DC Comic, Green Arrow. Dua-duanya sama-sama dimusuhi orang-orang licik dan pernah tidak disukai masyarakat yang matanya masih tertutup, meski manfaat dari pekerjaannya sangat terasa. Tidak ada maksud apapun dari tulisan ini selain membandingkan keduanya. Saya pun tidak bermaksud untuk memuja Ahok berlebihan layaknya superhero, tapi perbandingan tersebut hanya sebagai PERUMPAMAAN SAJA. Akhir kata, saya ucapkan terima kasih telah membaca dan maaf jika ada salah kata.

Salam

Penulis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s