TERIMA KASIH DEMOKRASI*

Sumber gambar : id.aliexpress.com

Sumber gambar : id.aliexpress.com

Selimutku adalah rupiah. Cobalah intip apa yang ada di sini. Di sini, semua fantasimu terpenuhi, lihatlah wanita-wanita itu. Semua adalah fantasimu dan mereka ada di balik selimutku. Bantalku adalah kenikmatan yang telah kutukar dengan beberapa rupiah. Tidurku nyenyak setiap malam. Hanya dengan merebahkan diriku di atas kasur ini, seluruh saraf dan darahku bergerak dengan sendirinya. Menenangkan tubuhku, mengeluarkan lelahku, memuaskan hasratku dan terpenuhi fantasiku. Fantasiku adalah fantasimu yang tidak bisa kau dapatkan. Tapi, aku bisa.

Keretaku adalah dollar. Silahkan kau boleh tengok kereta ini. Kereta berlapis emas dengan 4 roda dan kencana elegan. Kau boleh tengok, tapi janganlah kau sentuh. Kau boleh tengok, tapi jangan kau coba masuk ke dalamnya. Lihat saja dari luar. Dalam kereta ini, berlapis emas dan langit-langit berlapis kain serta dinding yang empuk agar kepalaku tidak sakit jika aku terlempar ke dinding kereta. Ini bukan cuman tentang kereta. Lihatlah gadis-gadis itu ! Kubiarkan mereka berada di selangkanganku memohon untuk ikut denganku dalam kereta ini. Kubiarkan mereka menjilat seluruh tubuhku sebelum kubuang dan hanya kupilih beberapa diantaranya

Rumahku banyak. Jangan kau tanya, bahkan aku pusing menghitungnya. Rumahku juga tidak hanya di negeri ini, tapi ringgit, poundsterling, euro dan dollar pun menjadi saksi bisu dimana rumahku berada. Hanya sebagian yang tahu. Jelas tidak kubiarkan banyak orang tahu. Tapi, sekarang aku mengatakannya kepadamu, karena aku tahu tidak akan ada orang yang akan mendengarkanmu. Ya, tidak ada yang mendengarmu bila kamu menceritakan apa yang telah kuberitahu kepadamu. Kau hanyalah mesin suara bagiku.

Apa ? Demokrasi ? Itu hanyalah bullshit. Itu hanyalah omong kosong, agar kalian tidak datang kepadaku, kepada teman-temanku dan kerabatku dengan kekuatan yang lebih besar. Kubiarkan kalian berkoar-koar, disorot banyak lampu dan hinaan tanpa bukti tersebar dimana-mana. Tapi, lihatlah, rumahku masih berlapis emas, selimutku berlapis rupiah, keretaku berjalan dengan dollar.

Aku biarkan kau melihat kegemerlapan ini, hanya sekali. Karena bagaimanapun itu berkat dirimu. Kau mengantarkanku pada kehormatan, kemewahan dan kenikmatan ini. Tak perlu kau menuntut apa-apa, karena beras, kacang dan seragam sekolah telah aku berikan kepadamu. Aku beri sedikit kebahagian, kau beri satu suara, sisanya kehidupan manusia berjalan alami layaknya hukum rimba. Bank, sarana olahraga dan lumpur akan terlupa dengan sekejap karena akulah terkuat saat ini.

Aku yang sudah sampai di sini, tidak akan terkalahkan, terlanjur mapan dan terlanjur kuat. Kau ingin mengoyakku ketika aku sudah ada di kapal pesiar yang akan berlayar. Aku tidak akan terkoyak, dasar bodoh ! Terima kasih demokrasi !

 

*Tulisan ini merupakan sindiran untuk beberapa pejabat pemerintah baik eksekutif ataupun legislatif yang tidak menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s