Sorry, I Can’t Good Enough To Be Your Friend

Sumber : weheartit.com

Sumber gambar : weheartit.com

Sudah lebih dari 8 tahun aku mengenalmu. Kala itu orang-orang masih memanggil kita ‘para bocah’. Tawa pertamamu untukku masih kuingat dan itu adalah kenangan kita di depan hamparan kebun teh, bersama menghirup angin segar berhawa dingin dataran tinggi. Kita berbagi banyak hal, tanpa mengenal waktu, tawa dan tangis menghiasi hari-hari kita saat itu. Rasa sayang diantara kita membuatku berjanji tidak akan meninggalkanmu sendirian selamanya. Aku ingin menjadi sahabat yang bisa melindungi dan ada di sampingmu.

Namun janji tinggal janji. Aku masih ingat di saat ketika aku membiarkanmu pergi. Aku masih melihat tawamu namun itu adalah tawa yang berbeda dengan yang kau bagi dulu denganku. Terkadang dalam diam kusadari kau menangis. Kau pernah berteriak keras. Air mata yang menetes ada di depanku. Hingga kau berhenti menangis, masih ku menatapmu. Seperti kupu-kupu yang terperangkap di jaring laba-laba, di belakangmu menguntit laba-laba hitam yang siap memangsamu kapan saja. Aku menyadari melihatnya. Aku mendengar teriakanmu, aku melihat tangismu, namun aku diam. Aku tidak tahu apa yang kulakukan, kubiarkan kau terperangkap, kubiarkan semua orang menjauhimu, kubiarkan semua orang mengadilimu. Kutahu kau merasakan sakit, kau merasakan kesepian, kau butuh aku dan yang lainnya. Entah apa yang kau pikirkan, hingga kau merasa tidak ada yang mempedulikanmu. Sekali lagi aku lihat air mata itu, namun kubiarkan yang lain menyalahkanmu atas penderitaanmu. Aku terlalu ragu untuk bersuara, terlalu lemah untuk melawan. Kubiarkan kau memikul beban kesalahan itu sendirian, bahkan hingga aku tidak merasa jika aku meninggalkanmu. Aku tidak cukup baik untuk menjadi sahabatmu. Ternyata aku masih seorang pengecut.

Meski terlambat, perlahan aku sadari kau tidak bisa terus begini. Sebelum terjatuh lebih dalam, aku mencoba menarikmu. Sayapmu mungkin tak sebersih seperti dulu, tapi aku yang ingin melindungi sekarang, biarkanlah aku coba obati sayapmu itu. Perlahan, sahabat-sahabat kita berkumpul lagi. Perlahan sahabat kita menerimamu lagi. Mungkin tidak seperti dulu lagi, tapi setidaknya kita berusaha mengumpulkan kembali tawa-tawa itu. Tawa yang sama kita bagi di beranda rumahku. Kutahu belum semua kegelapan yang pernah kau hinggapi saat aku dan mereka menghilang belum dapat kau bagi. Hingga saat ini, aku masih berusaha menjadi yang terbaik. Untuk membagi air mataku, tawa dan semua cerita denganmu. Kulakukan agar satu hari kau akan membagi beban yang kau pikul sendirian itu. Mungkin tidak akan banyak membantu, namun sedikit senyuman darimu saat itu berarti banyak bagiku. Hari ini aku belum cukup kuat untuk melindungi seperti yang aku harapkan, namun aku akan bekerja keras untuk itu. Ada di sisimu sebagai seorang sahabat akan kulakukan sampai kapanpun kau membutuhkan itu. Membagi pundakku saat kau sedih sendirian, membagi pelukan di saat bahagiamu dan berbagi tepuk tangan saat mimpi kita tergapai. Terakhir, aku hanya meminta maaf jika aku belum cukup baik untuk menjadi sahabatmu. Yep, I can’t good enough to love you, I can’t good enough to protect you, I can’t good enough to be your beloved friend.

Sahabatmu

Penulis

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s