CHELSEA, DOMINASI YANG SIA-SIA

Bagi fans sepakbola, khususnya fans klub sepakbola Chelsea FC tentu dibuat terkejut dengan penampilan Chelsea FC hingga pertengahan putaran pertama Premier League musim ini. Bagaimana tidak, sebuah tim dengan status juara bertahan harus tertahan di peringkat 15 klasemen kompetisi domestik, hanya berjarak 3 langkah dari penghuni zona degradasi. Dari 15 pertandingan di Premier League, Chelsea hanya mengumpulkan 15 poin, hasil dari 4 kali kemenangan, 3 kali imbang dan 8 kali kekalahan. Bahkan yang lebih mengejutkannya Chelsea harus menderita kekalahan dari AFC Bournemouth di Stamford Bridge yang notabene adalah tim promosi. Lalu, dari serangkaian hasil buruk tersebut, dimanakah letak kesalahan Chelsea ? Sebagai fans dan orang yang awam terhadap detail taktik pertandingan, akan lebih baik jika melihat statistik Chelsea musim ini.

Dari segi permainan, sebenarnya tidak begitu buruk. Berdasarkan statistik, di hampir setiap pertandingannya, Chelsea selalu menguasai ball possession. Rata-rata penguasaan bola di atas 50% dan itu adalah modal yang baik untuk memenangkan pertandingan (sebenarnya). Sebagai catatan, Chelsea menempati peringkat 4 dalam hal ball possession. Jika melihat dari layar televisi pun nampaknya permainan Chelsea tidak seburuk itu. Kerjasama Willian, Oscar dan Ramires di lini tengah cukup berjalan baik. Mungkin black hole lini tengah Chelsea terletak di Fabregas yang beberapa kali terlihat melakukan kesalahan atau Hazard yang tidak terlihat seperti musim lalu. Namun, dengan itu pun Chelsea dapat menguasai sebagaian besar penguasaan bola di lapangan, artinya kesempatan Chelsea untuk menciptakan peluang pun lebih besar. Musim ini Chelsea menciptakan total 170 peluang, namun hanya 17 peluang saja yang berhasil dikonversikan menjadi gol.

Sebagai perbandingan, menarik untuk melihat statistik pertandingan dari tim yang juga memberi kejutan musim ini yaitu Leicester City. Hingga pekan ke 15, Leicester City menjadi pemuncak klasemen dengan raihan 32 poin, hasi dari 9 kemenangan , 5 kali hasil seri dan 1 kekalahan. Hasil yang cukup fantastis untuk tim yang hampir terdegradasi musim lalu. Bukan hanya itu, berkat penampilan apik hingga pertengahan musim ini, Jamie Vardy dan Riyadh Mahrez muncul menjadi bintang Premier League dan menyingkirkan nama-nama beken seperti Hazard, Aguero, Diego Costa David Silva ataupun Rooney. Kembali pada performa tim, ternyata dari 15 pertandingan di Premier League, Leiceister City sangat jarang menguasai ball possession. Rata-rata penguasaan bola di lapangan selalu di bawah 50% dan hanya menempati peringkat 18 dalam hal ball possession. Kesempatan besar untuk menciptakan peluang selalu dimiliki oleh lawan, namun tampaknya permainan Leicester City yang efektif ditambah kemampuan individu dari the rising star Vardy dan Mahrez menjadi kekuatan Leicester City musim ini. Dibandingkan The Blues, hingga pekan ke-15 ini Leicester City hanya menciptakan 163 peluang dan cukup efektif untuk menciptakan 32 gol, sekaligus mengirim Jamie Vardy ke daftar pencetak gol terbanyak dengan 14 gol.

Data dan gambar diambil dari www.squawka.com

Statistik penguasaan bola Chelsea FC dan Leicester CIty (Data dan gambar diambil dari http://www.squawka.com)

Dari uraian tersebut menunjukkan bahwa efektivitas sangat penting untuk melahirkan kemenangan di setiap pertandingan. Pekerjaan rumah bagi Chelsea adalah menajamkan lini depan untuk dapat memanfaatkan setiap peluang yang diciptakan oleh para gelandang. Jika berbicara soal efektivitas, tentu tidak terlepas dari performa Diego Costa musim ini. Setelah tampil gemilang musim lalu dengan mencetak 20 gol untuk Chelsea, musim ini tampaknya Diego Costa akan lebih banyak menghiasi surat kabar dengan tingkah kontroversinya dibandingkan dengan prestasinya mencetak gol ke gawang lawan. Perolehan tiga golnya tentu tidak memberi kesan yang baik sebagai ujung tombak sebuah tim besar. Diego Costa tentu harus secepatnya kembali menemukan bentuk permainannya seperti semula sebelum transfer window januari nanti. Bagi Chelsea, uang bukanlah masalah untuk membeli striker baru namun mencari sosok yang cocok dengan Chelsea adalah hal yang sulit. Banyak fans selalu membandingkan kualitas striker Chelsea dengan kesuksesan Drogba di masa lalu dan berharap hal itu tidak menjadi beban bagi siapapun yang menggantikan posisi Drogba di Chelsea.

Beberapa jam dari sekarang, kita akan melihat pertandingan antara Leicester City melawan Chelsea . Akankah The Fox kembali memberi kekalahan pada Chelsea, atau mungkin ini adalah moment kebangkitan Chelsea di Premier League ? Pertandingan malam nanti tentu akan menjadi pertarungan yang seru untuk disimak.

*)Tulisan ini hanya suara dari seorang fans sepakbola. Mungkin jauh dari sempurna, tapi mudah-mudahan dapat bermanfaat.

Iklan

Satu pemikiran pada “CHELSEA, DOMINASI YANG SIA-SIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s