CONGRATULATION

Hanya kata ‘selamat’ yang dapat kuucapkan ketika kau pergi. Hari ini ketika gerbang besar telah terbuka dan lonceng berdetak. Karpet merah yang mengantarkanmu ke depan altar bersama pangeran pujaanmu. Mungkin jika aku melakukan hal berbeda pada hari itu, pria itu tidak ada disebelahmu saat ini. Tapi , sudahlah aku tidak bisa merusak hari bahagiamu.

Aku hanya bercerita tentang keraguanku. Saat itu aku menunggu tamu istimewaku, di depan perapian. Hari itu sangat dingin, aku mencoba menghangatkan diri depan perapian. Aku tahu ada seseorang sedang mengetuk pintu, tapi tidak kubukakan, karena aku terlalu dingin dan cepat mengambil kesimpulan jika itu bukan kamu. Saat badanku mulai hangat, kucoba membuka pintu, namun ternyata itu hanya pengemis yang sedang meminta uang. Sepotong kue kuberikan pada pengemis wanita itu, lalu dia kabur entah kemana, namun masih kuingat wajahnya. Aku coba berjalan keluar rumah, aku menemukan seseorang, kukira itu tamuku, ternyata hanya bayangan dari sebuah pohon yang memantul pada sebuah dinding. Saat kucoba berbalik ke rumah, kutemukan sebuah pita merah dan kutahu itu milikmu. Di saat itu aku baru menyadari kau telah menungguku di depan pintu, namun aku terlalu nyaman duduk di depan perapian hingga kau lewat begitu saja.

Mungkin ada seorang lain membawa kereta dan menawarkan tumpangan agar kamu tidak kedinginan. Aku menyesal, karena kamu seharusnya dapat menjadi tamu istimewa di rumahku ini, namun begitu saja aku melewatkanmu. Aku mencoba mencarimu, tapi aku hanya dapat melihat dari kejauhan, dari balik jendela ada perapian besar di depanmu, dimana kamu duduk dengan seorang lain. Kau tersenyum dengannya. Di saat inilah, aku tahu aku tidak dapat memanggilmu lagi. Hanya merasakan sesal ketika kau tidak menyebut namaku lagi dan bahkan tidak mengingatku lagi. Tapi aku hanya bisa ucapkan ‘selamat’ atas apa yang terjadi padamu sekarang. Kamu telah melewati bagian pahitnya, kini kamu bisa mengecap bagian yang manis.

Sumpah suci di depan altar telah kau ucapkan bersama dia. Aku tidak datang melihatnya, walau aku bermaksud hadir. Bukan karena penyesalan dan sakit hati yang membuatku tidak datang, tapi nampaknya Tuhan memintaku untuk tidak datang. Semuanya seakan diatur dengan sempurna, kau bahagia, aku harus berada di tempat yang lain. Secepat apapun aku berusaha bergegas untuk melihatmu lagi selalu terhalang. Aku hanya dapat mengucapkan ‘selamat’ dan pada akhirnya, kau yang pernah menunggu untukku dalam kedinginan, boleh beristirahat diselimuti kehangatan yang kau dapat dari seorang lain.

Kamu bahagia sekarang, dan itu bagian yang terpentingnya. Terima kasih.

Iklan

2 pemikiran pada “CONGRATULATION

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s